Cari Blog Ini

Memuat...

selamat datang

sebuah perjuangan akan membuat kehidupan in akan lebih bermakna, terlebih dengan adanya cinta dari yang maha kuasa

Selasa, 06 Juli 2010

Qibla Pointer: Guide to Qibla Direction (Mecca) using Google Map

Qibla Pointer: Guide to Qibla Direction (Mecca) using Google Map

Islamic Calendar Widgets for Blogs - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Islamic Calendar Widgets for Blogs - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Islamic Web Clock Widget - Octagonal Ornament - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Islamic Web Clock Widget - Octagonal Ornament - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

kebudayaan nasional

Kebudayaan nasional

Kebudayaan nasional secara mudah dimengerti sebagai kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:

{{cquote2|Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.

Disebutkan juga pada pasal selanjutnya bahwa kebudayaan nasional juga mencermikan nilai-nilai luhur bangsa. Tampaklah bahwa batasan kebudayaan nasional yang dirumuskan oleh pemerintah berorientasi pada pembangunan nasional yang dilandasi oleh semangat Pancasila.

Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.

Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.

Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

pengertian budaya

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.
sumber : wikipedia indonesia

pentingnya pendidikan bagi kehidupan

Berbicara tentangt pendidikan kita semua pasti sudah tahu bahwa betapa pentingnya hal tersebut.Pendidikan,kemampuan,pengetahuan merupakan salah satu modal yang kita miliki untuk hidup di zaman yang serba sulit ini.Mengapa dikatakan demikian?Kita tentu sudah bisa menjawabnya,apa hal pertama yang dilihat bila kita ingin mengajukan surat lamaran perkerjaan?Apa yang kita butuhkan ketika ingin memulai suatu bisnis atau usaha?Tentu saja pendidikan,kemampuan,wawasan dan pengetahuanlah yang kita butuhkan.Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi entah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya,khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini.Mungkin karena memang mereka mempunyai jalan pikiran yang sempit atau mungkin juga karena otak mereka tidak mampu untuk mengikuti pelajaran di bangku pendidikan tersebut.Jadi factor ekonomi bukan penyebab utamanya. Saya tinggal di sebuah daerah yang,sebut saja daerah itu daerah A.Dan daerah A itu sebut saja terletak di Kota B.Mungkin bila kita bandingkan dengan wilayah lain di sekitar kota B tempat tinggal saya in termasuk daerah yang cukup terpencil dan masih dianggap terbelakang.Di daerah ini pula saya menemukan berbagai macam masalah mengenai pendidikan.Khususmya di lingkungan tempat saya tinggal tepatnya banyak sekali anak-anak yang tidak bersekolah.Rata-rata mereka mengakhiri pendidikannya di bangku sekolah dasar atau SLTP.Mungkin ada sekitar 23% dari mereka yang lulus dari sekolah lanjutan tingkat pertama,18% dari mereka yang sedang duduk di bangku SLTA atau yang lulus dari SLTA,9% yang duduk di bangku kuliah dan sisanya hanya lulus dari sekolah dasar saja.Ini semua merupakan masalah bagi dunia pendidikan di negeri kita tercinta ini mengingat pemerintah tekah mencanagkan program pendidikan 9tahun. Saya juga menemukan beberapa factor penyebab dari masalah-masalah tersebut yang terjadi di lingkungan tempay saya tinggal.Faktor-faktor tersebut adalah : 1. Banyak sekali anak muda disini yang mempunyai jalan pikiran dan anggapan yang aneh.Salah satunya yaitu seorang teman saya disini pernah berkata kepada saya seperti ini,”Kamu buat apa Val sekolah tinggi-tinggi?aku mah males banget,liat aja tuh si C dia lulusan sma tapi sampai sekarang masih nganggur padahal umurnya udah 22”. JAlan pemikiran seperti ini sudah tentu sangat salah sekali,karena nasib manusia itu masing-masing sangat berbeda.Nasib manusia juga di tentukan oleh usaha dari manusia itu sendiri. 2. BAnyak sekali kepala rumah tangga disini yang mempunyai istri lebih dari satu.Tetapi ironisnya mata pencaharian kepala keluarga tersebut jauh dari layak.Bayangkan saja bila seorang tukang becak mempunyai istri lebih dari 1??Berapa sih penghasilan tukanh becak itu dalam sehari?Apa cukup untuk menghidupi 2 orang istri?Mungkin untuk memberi makan saja sudah sulit apalagi untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya?sangat mustahil. 3. Tidak mampunya otak mereka intuk mengikuti pelajaran yang di berikan di bangku pendidikan tersebut.Seorang teman saya pernah berkata kepada saya seperti ini”Aduh otak gue ga kuat deh kalo belajar kaya gini aja gue udah puyeng bbanget apalagi kuliah ya?? “.Dan akhirnya teman saya tersebut mengakhiri pendidikannya di kelas 1STM.Padahal keluarganya cukup mampu menyekolahkan anaknya bahkan hingga ke bangku kuliah mungkin. Beberapa factor di atas merupakan sedikit penyebab mengapa masyarakat di lingkungan saya tinggal tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Padahal bila kita lihat pemerintah kita sudah membuat program pendidikan gratis,tetapi masih banyak sekali masyarakat kita yang tidak duduk di bangku sekolah.Berbagai kendalapun kerap kali bermunculan seperti biaya untuk membeli buku,membeli seragam dan perlengkapan sekolah yang lainnya.Tidak sedikit pula para orang tua mereka yang lebih menginginkan anaknya itu berkerja mencari uang daripada bersekolah.Bayangkan saja kita pasti sering melihat anak-anak kecil usia 5-9th mengamen atau meminta-minta di sarana-sarana transportasi umum atau I tenpat-tempat umum.jadi apalagi yang seharusnya dilakukan pemerintah kita agar warga-warganya mendapatkan pendidikan yang layak?? Di bagian yang terakhir ini saya akan menceritakan sebuah kisah yang menunjukan bukti bahwa pendidikan itu memang penting sekali dan pendidikan itu terbukti dapat mengangkat harkat dan martabat bagi keluarga.Saya mempunyai seorang teman yang bernama Risma melati Lukman.Risma dulu pernah bercerita kepada saya bahwa keadaan keluarganya dulu itu tidak seperti ini.Dulu kehidupannya itu sangat tidak berkecukupan.Ibunya itu hanya berjualan sayur gabus pucung di daerah di sekitar GOR Kota B.Kalau tidak prcaya mungkin tempat berjualam itu masih ada tempatnya bernama WARUNG SAYUR GABUS PUCUNG BU LUKMAN,Begitu jelasnya.Risma itu mempunyai kakak,dia itu pintar dekali dan berhasil masuk ke salah satu sekolag tinggi kedinasan di Indonesisa ini.Lalu setelah kakaknya lulus lihat??dia berhasil mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang sangat enak dan sekarang kehidupan merekapun berubah.Hidup mereka sekarang sudah lebih Dari cukup materi DLL.Mereka mempunyai 2 buah mobil,rumah mewah,DLL.Risma sendiri sekarang berhasil masuk juga di salah satu sekolah tinggi kedinasan di Indonesia ini. Itu semua yang tadi di gambarkan di atas merupakan sedikit pandangan mengenai pentingnya pendidikan bagi kehidupan,pendidikan sebagai modal pegangan hidup kita.Karena pendidikan,pengetahuan.wawasan dan kemampuanlah yang akan membawa kita menuju kesuksesan.Tapi tidak kita pungkiri juga bahwa di Negara ini masih banyak sekali masalah-masalah yang menyangkut dunia pendidikan kita

sumber: warta negara

pentingnya pendidikan

Pendidikan adalah yang utama dan terutama di dalam kehidupan era masa sekarang ini. Sejauh kita memandang maka harus sejauh itulah kita harus memperlengkapi diri kita dengan berbagai pendidikan. Kita jangan salah memahami bahwa pendidikan diperoleh dengan cara menempuh jalur formal saja, dengan cara datang, duduk, mendengar dan selanjutnya hingga akan memperoleh penghargaan dari test yang sudah dilewati. Umumnya yang kerap kita dengar yaitu:

LONG LIFE EDUCATION

Pendidikan dapat diperoleh dengan berbagai cara terlebih lagi semakin mendukungnya perkembangan alat-alat elektronika sekarang ini. Dengan mudah kita beroleh informasi tentang perkembangan zaman baik dari belahan bumi barat terlebih lagi dari negara tetangga.

Ilmu pengetahuan, keterampilan, pendidikan merupakan unsur dasar yang menentukan kecekatan seseorang berpikir tentang dirinya dan lingkungannya. Seseorang yang mampu mengubah dirinya menjadi lebih baik diharapkan mampu mengubah keluarganya, kelak mengubah daerahnya dan kemudian mengubah negaranya serta mengubah dunia dimana dia hidup. Seperti puisi seorang suster yang sangat mengharapkan terciptanya kedamaian di muka bumi ini. Seseorang memiliki eksistensi tentang arti penting dirinya dan kehidupan yang diberikan Tuhan bagi dia dan sangat disayangkan jika itu berbuah dalam kesiasiaan.

Jika kita melirik sebentar ke negara-negara di Barat, mereka memberi perhatian penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan keterampilan sebab hal itu bagi mereka merupakan asset, modal utama untuk boleh andil bersaing dengan yang lain.

Misalnya saja, negara USA dengan penemuan-penemuan baru di bidang IPTEK, yang dapat dijadikan sebagai "nilai jual" ke negara lain tanpa menghilangkan keoriginalan penemuan awal yang mereka lakukan. Mereka tidak segan-segan harus mengeluarkan berjuta dolar untuk merealisasikan penemuan mereka.

Kita sebagai warga negara Indonesia tidak menuntut seperti itu di negara kita sebab melihat kondisi pendidikan masih jauh perlu pembenahan di berbagai bidang pendidikan. Sekalipun demikian realitanya, bukan berarti kita hanya berpangku tangan saja dan menonton berharap dari negara lain yang akhirnya di era free trade ini kita tidak lagi mampu maju untuk memberdayakan diri agar layak bersaing dan layak jual. Kita boleh bermimpi tapi hati-hati jangan menjadi pemimpi.

Secara ruang lingkup yang sempit di kawasan Negara kita sendiri masih ada yang tertinggal, tidak mampu baca dan tulis. Hal ini merupakan suatu kekhawatiran yang sangat sulit untuk diberantas jika kita masih berkutat pada pemahaman yang primitif atau sedikit lebih maju namun sekedar tekhnis saja.

Memandang keluar dan melihat keterbukaan dalam dunia globalisasi, menjadikan peranan pendidikan sangat vital untuk jadi penentu sebab dunia pendidikan mampu memotivasi terciptanya tekhnologi yang bisa diadaptasi, diimitasi bahkan disebarkan dengan cara yang cepat dan mudah. Yang kemudian hal tersebut dapat mendukung laju perkembangan suatu Negara.

Saat ini kita ditantang untuk belajar dan belajar sebab semakin kita tahu justru semakin banyak yang kita tidak tahu. Perkembangan bukan hitungan hari tetapi sudah bertolak ukur dengan hitungan detik. Dari waktu detik ke detik berikutnya sudah menghasilkan berbagai daya kreasi penemuan-penemuan di berbagai bidang. Mengingat hal itu, maka mari kita memanfaatkan kesempatan yang tersedia, bukan kesempatan yang memanfaatkan kita. Sebab saat ini telah dinyatakan dalam prakteknya bahwa manusia adalah subyeknya dan kualitasnya adalah kunci, bukan soal kuantitas lagi.

Kata bijak dari seorang berkebangsaan China yang menyatakan:

Give a man a fish
And you will feed him for a meal
But
Teach a man how to fish
And you will feed him for life

Kata bijak yang sangat menggugah kita yang mempunyai arti "berikan pada seseorang seekor ikan maka kamu memberi dia hanya sekali makan tapi ajarilah seseorang untuk memancing maka kamu telah memberi dia makan seumur hidupnya." Suatu ungkapan yang boleh diberi acungan jempol. Dalam ungkapan itu tersimpan makna yang ingin disampaikan adalah manusiakan manusia agar ia menjadi manusia, berdayakan, didik, latih, beri keterampilan agar kelak dia yang memberdayakan dan bertanggungjawab pada dirinya, kehidupannya serta masa depannya.

Kaum muda adalah pemegang kunci di setiap daerah, pemuda adalah penerus bangsa. Adalah realita yang harus kita akui bahwa pemuda-pemuda bangsa kita, sebelum maju bersaing sudah hampir kalah bersaing, tetapi tidak ada kata terlambat, sekarang juga mari semua kita perlengkapi anak-anak, diri kita untuk menjadi manusia-manusia kunci sebagai langkah menuju manusia yang siap pakai dan mempunyai daya kreatif tinggi serta bernilai jual yang layak di dunia Internasional. Tidak mudah tapi kita mampu. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita sebagai anak bangsa sanggup berkreasi di kancah dunia.
sumber: bee_flies2000@yahoo.com